Revolusi Manchester City Oleh Sven Goran Eriksson

Bagi Anda fans Manchester City, sekarang coba sebutkan…

Siapa menurut Anda pelatih yang berjasa merubah klub tersebut, dari yang dulunya merupakan tim medioker, dan saat ini menjadi salah satu tim kuat di Inggris?

Ya, sebagian besar mungkin akan menyebut nama Roberto Mancini atau Manuel Pellegrini.

Pasalnya kedua orang ini berhasil memberikan gelar juara liga bagi city,

Namun ceritanya akan sangat berbeda jika yang menjadi rujukan adalah pondasi dari sebuah tim.

Dan kami berpendapat, sosok yang sangat berjasa dalam revolusi Manchester City tersebut adalah Sven Goran Eriksson. Mantan pelatih mereka.

Sebelum menangani city, pria asal Swedia tersebut sempat menangani tim nasional Inggris pada tahun 2004 hingga 2006. Tepatnya setelah turnamen piala dunia 2006 berakhir.

Eriksson juga diyakini sebagai sosok pembuka jalan bagi pemain-pemain muda Inggris, untuk bisa berkarir di level timnas.

Reputasi inilah yang membuat manajemen Manchester City menunjuknya untuk menangani city. Tepatnya pada musim 2007/2008.

Dan benar saja, tak lama berselang Eriksson langsung memberikan bukti bahwa ia adalah orang yang tepat bagi City.

Pada 15 Desember 2007, ia berhasil membawa The Citizen mencetak rekor klub di liga primer Inggris.

Dimana city berhasil mencatat 9 kemenangan beruntun di kandang, pada awal kompetisi.

Dimasa kepelatihannya, Eriksson mendatangkan beberapa pemain penting seperti Elano Blumer, Martin Petrov, Vedran Corluka, Rolando Bianchi, Valeri Bojinov, dan Javier Garrido.

Khusus Elano, pemain asal Brazil ini merupakan pemain yang sangat diandalkan Eriksson.

Namun perjalanan Eriksson di City diakhiri dengan kekalahan memalukan 8-1 dari Middlesbrough, di matchday terakhir musim 2007/08.

Dan setelah itu, pemilik baru Manchester City (Abu Dhabi United Group) menunjuk Mark Hughes sebagai manajer baru.

Sama seperti Eriksson, Hughes juga dianggap gagal oleh manajemen city.

Posisi manajer kemudian beralih ke Roberto Mancini, yang pada akhirnya mampu memberikan gelar juara liga pertama bagi Manchester City, yakni pada musim 2011/2012.

Sejak saat itu, Manchester City seakan menjelma dari klub papan bawah, menjadi klub yang diperhitungkan di premier league saat ini.

Dan pada musim 2013/2014, City kembali meraih gelar juara premier league bersama Manuel Pellegrini.

Well, Sven Goran Eriksson memang tidak memberikan gelar juara liga bagi Manchester City, dan ia juga memiliki karir yang sangat singkat. Yakni hanya 1 musim.

Namun seperti halnya Claudio Ranieri di Chelsea, Eriksson merupakan sosok yang berjasa membangun pondasi klub tersebut.

Dia merupakan sosok penting dibalik revolusi Manchester City.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *