Partnershipredaksi@bolabung.com

Tangisan Batistuta Ketika Mencetak Gol Ke Gawang Fiorentina

Gabriel Omar Batistuta. Itulah nama lengkap pemain yang sangat berjasa membawa AS Roma menjuarai Scudetto (Serie A) pada musim 2000/2001.

Sebelumnya, Batigol (Sapaan akrabnya) merupakan pemain Fiorentina, dan sangat dipuja oleh fans La Viola.

Hingga saat ini, dia juga dikenal sebagai legenda hidup  klub yang bermarkas di kota Firenze/Florence tersebut.

Bersama Fiorentina, Batistuta berhasil mencetak total 207 gol dalam 332 penampilan (Di Serie B, Serie A hingga Eropa), dari tahun 1991 hingga tahun 2000.

Pria asal Argentina ini juga berjasa ketika membawa Fiorentina menjuarai Serie B 1993/94, Coppa Italia 1995/96, dan Supercoppa Italia 1996.

Meskipun tak mampu memberikan gelar Scudetto bagi La Viola, para fans menganggapnya sebagai salah satu pemain terbaik yang pernah membela klub tersebut.

Nah, di awal musim 2000/2001, ia memutuskan pindah ke klub ibukota Italia AS Roma, demi meraih gelar scudetto.

Sesuatu yang sangat ia impikan, dan tak pernah ia dapatkan semasa di Fiorentina.

Oleh banyak pihak, kepindahannya dinilai wajar…

Pasalnya, saat itu ia sudah berusia 31 tahun, dan Fiorentina terlihat sangat sulit bersaing untuk menjadi juara Serie A.

Terlebih lagi di level timnas, dia juga belum mampu memberikan gelar juara Piala Dunia bagi negaranya.

Otomatis, ia sangat ingin meraih gelar scudetto sebelum nantinya gantung sepatu.

Dan pindah ke Roma adalah pilihan yang harus diambil untuk mewujudkan hal tersebut.

Batistuta sangat menyadari, jika kepindahannya ke AS Roma akan membuatnya berhadapan dengan mantan klubnya, Fiorentina.

Hingga pada akhirnya, pertandingan nan emosional tersebut pun terjadi.

Tepatnya di pekan ke-8 Serie A musim 2000/2001, Batistuta bersama klub barunya harus menjamu Fiorentina, di stadion Olimpico Roma.

Banyak pihak menyadari, jika Batistuta tak akan mampu menahan perasaannya…

Dan hal itu benar-benar terbukti…

Ketika itu, dia berhasil mencetak gol melalui tendangan voli spektakuler dari luar kotak penalti, dan tak mampu diselamatkan oleh Francesco Toldo.

Gol untuk Roma!

Seisi Stadion Olimpico pun bersorak riuh, begitu juga halnya dengan para pemain AS Roma yang langsung menghampirinya untuk memberi ucapan selamat.

Namun disaat yang sama, tangisan Batistuta juga ikut pecah!

Hal karena Fiorentina juga membutuhkan kemenangan pada laga tersebut, karena harus berjuang keluar dari zona degradasi.

Dan setelah pertandingan berakhir, Batistuta lagi-lagi tak mampu menahan tangisnya, ketika ia menghampiri para suporter Fiorentina dan mengucapkan salam.

Well, tangisan Batistuta telah memperlihatkan kepada kita tentang apa itu profesionalisme sejati!

Karena meski harus berhadapan dengan mantan klub yang dicintainya, ia tetap berusaha memberikan yang terbaik untuk klub yang sedang dia bela.

error: Content is protected !!